Rabu, 11 Juni 2014

LATIHAN SEPAKBOLA


Sepak bola adalah olah raga yang sangat kompleks. Hampir seluruh anggota tubuh harus Anda gunakan di dalam olah raga ini. Selain itu, pikiran dan komunikasi antar pemain dalam suatu tim juga sangat dibutuhkan dalam memenangkan sebuah pertandingan sepak bola. Untuk itulah ada beragam latihan sepak bola yang harus dilakukan oleh seorang pemain untuk menimba kemampuannya.
Sebenarnya secara spesifik ada 7 posisi dalam permainan sepak bola:
1. Bek sayap
Bertugas menjaga daerah pertahanan sendiri di sisi (pinggir) lapangan. Seorang bek sayap biasanya melakukan improvisasi ikut membantu serangan menyisir sisi lapangan.
2. Stoper
Bertugas menjaga daerah pertahanan sendiri di sentral daerah pertahanan. Tugas utama seorang stoper adalah merebut bola atau pressing-pressing kepada pemain lawan yang coba memasuki daerah pertahanan sendiri.
3. Libero
Bertugas menjaga daerah pertahanan sendiri di sentral daerah pertahanan. Seorang libero adalah pemain terakhir sebelum penjaga gawang. Tugas utama seorang libero adalah membaca arah serangan lawan dan mengorganisir rekannya di daerah pertahanan. Seorang libero dan stoper sering melakukan improvisasi dengan maju kedepan gawang lawan saat sepak pojok atau tendangan bola-bola mati.
4. Gelandang bertahan
Bertugas sebagai penyeimbang lini tengah sebuah tim. Artinya seorang gelandang bertahan bertugas merebut bola dari kaki lawan sebelum lawan meamasuki daerah pertahanan, selain itu gelandang bertahan juga sebagai penyambung bola dari bek untuk diarahkan kedepan dalam mengawali serangan.
5. Gelandang serang
Bertugas membantu serangan. Artinya seorang gelandang serang bertugas memberikan umpan kepada penyerang atau juga bisa melakukan pergerakan-pergerakan tanpa/dengan bola
memasuki daerah pertahanan lawan dengan tujuan untuk mencetak gol.
6. Second striker
Tugas utama seorang Second striker adalah tetap sebagai pencetak gol. Tetapi ada sedikit pembeda tugas yang diemban seorang second striker. Pemain ini sekaligus juga bertugas untuk melakukan pergerakan-pergerakan yang sifatnya membongkar pertahanan lawan dengan tujuan memecah konsentrasi pemain bertahan lawan.
7. Striker murni
Sebagai target man atau pencetak gol utama. Seorang striker murni biasanya hanya menunggu umpan-umpan matang dan menyelesaikannya dengan tendangan kegawang.

A. Latihan Fisik
Tahap pertama latihan sepak bola yang harus dilakukan seorang pemain adalah latihan fisik. Fisik yang kuat akan sangat mendukung di dalam pertandingan sepak bola.
Lamanya waktu pertandingan, yaitu 2 x 45 menit membuat seorang pemain wajib memiliki ketahanan fisik. Bahkan tak jarang pertandingan harus diperpanjang lagi dengan waktu tambahan selama 2 x 15 menit. Inilah pertandingan yang benar-benar akan menguras fisik pemain.
Untuk melatih fisik seorang pemain, banyak latihan yang bisa dilakukan. Salah satu latihan fisik yang cukup mudah dan efektif adalah lari. Latihan bisa dimulai dengan cara berlari keliling lapangan sepak bola sebanyak beberapa putaran. Setelah itu, berlari secara cepat (sprint) dalam jarak tertentu juga bisa dilakukan.
Selain berlari, latihan fisik lain yang bisa dilakukan adalah push up, sit up dan angkat tubuh. Latihan-latihan ini bisa membentuk otot dan fisik tubuh sehingga lebih kuat. Dengan latihan yang teratur, otot akan terbentuk dan pemain memiliki ketahanan yang baik. Pelatih Persema Timo Scheunemann menyiapkan fisik anak didiknya  dengan  menjalani latihan fisik selama dua jam penuh dengan menggunakan seluruh lapangan dan luar lapangan.
Kemarin, Timo memberikan latihan fisik aerobik dengan bola dan tanpa bola berjarak 20 meter dengan pengulangan sepuluh kali. Di antara sepuluh kali gerakan itu, satu berupa sentuhan latihan ball position. Setelah itu, Timo menerapkan latihan agility (kelincahan) menggunakan rintangan dengan lima kali pengulangan berjarak sepuluh meter.
Latihan terakhir adalah interval training selama 15 menit. Bentuknya lari speed 50 meter sebanyak sepuluh kali. Juga ada jogging ke belakang selama sepuluh kali. “Latihan ini saya adopsi dari latihan fisik pemain sepak bola di Eropa,” ucap pelatih berkebangsaan Jerman yang lahir di Kediri tersebut.

A. Sistem Pelatihan Fisik Umum
Program dan aplikasi pelatihan fisik sepakbola  harus dirancang melalui tahapan sebagai berikut:
a. Persiapan fisik umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ tubuh, sehingga memudahkan upaya pembinaan dan peningkatan semua aspek pelatihan pada tahap berikutnya.
b. Persiapan fisik khusus bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan gerak yang lebih baik menuju pertandingan.
c. Peningkatan kemampuan kualitas gerak khusus pemain. Pada tahap ini pelatihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan setiap pemain untuk menghadapi pertandingan.

Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain

1. Program Latihan Lari
Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung, paruparu, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.
2. Program Latihan Senam
Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian.
3. Program Latihan Loncat Tali
Latihan ini sangat balk untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.
4. Program Latihan Gabungan
Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan sepakbola, di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam sepakbola.
5.Latihan Pemanasan
Banyak pelatihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh, mekanisme peredaran darah, dan pernapasan. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. Di samping itu, sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai cedera otot, persendian, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk:
a. Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha/lutut, lari mundur, lari maju dan ke samping.
b. Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai, paha belakang, depan, lengan, pergelangan kaki, pinggang, otot bahu, dll.
c. Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. Hindari melakukan gerakan sentak, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian.
6. Latihan Pendinginan
Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai upaya agar bagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada posisi rileks dan tidak kaku. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Kualitas latihan meregang, khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar,

B. Sistem Pelatihan Fisik Khusus
Pelatihan fisik sepakbola dituntut untuk memahami dan mengetahui secara spesifik kebutuhan gerak olahraga ini. Bahkan harus mendalami makna proses kerja otot, sistem energi, dan mekanisme gerak yang terjadi dalam permainan bulutangkis. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fisik secara spesifik, sesuai kebutuhan pemain.
1. Latihan Daya Tahan (Aerobik dan Anaerobik)
Kemampuan daya tahan dan stamina dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyenangi latihan lari selama 40-60 menit dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti.
Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan kualitas frekuensi, intensitas, dan kecepatan, yang akan berpengaruh terjadinya proses anaerobik (stamina)pemain. Artinya, pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmonis.
2. Latihan Kekuatan
Pemain sepakbola sangat membutuhkan aspek kekuatan. Berdasarkan analisis dan cukup dominan pemain melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Semua gerak ini membutuhkan kekuatan otot dengan kualitas gerak yang efisien.
Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan beban atau dengan kata lain latihan beban (weight training). Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti:
- mendorong (push up, pull up)
- bangun tidur, angkat kaki
- memperkuat otot punggung, pinggang
- jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai - loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak.
Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut, dan pinggang.
3. Latihan Kecepatan
Aspek kecepatan dalam sepakbola sangat penting. Pemain harus bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau bola  dengan cepat.
Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai/kaki. Aspek kecepatan dalam sepakbola juga bermakna pemain harus cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Bentuk-bentuk latihannya antara lain:
a. Lari cepat dalam jarak dekat
b .Lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run)
c. Tingkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain.
d. Jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat pula.
4. Latihan Kelenturan/Fleksibilitas
Fleksibilitas adalah komponen kesegaran jasmani yang sangat penting dikuasi oleh setiap pemain sepakbola. Dengan karakteristik gerak serba cepat, kuat, luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus mendapat perhatian khusus.
Latihan fleksibilitas harus mendapat porsi yang cukup. Orang yang kurang lentur rentan mengalami cedera di bagian otot dan daerah persendian. Di samping itu, gerakannya cenderung kaku sehingga banyak menggunakan energi, kurang harmonis, kurang rileks, dan tidak efisien.
Latihan-latihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas ini harus dilatih dengan tekun dan sistematis.
5. Model-Model Latihan Fisik dengan Menggunakan Alat Bantu Pelatihan

a. Latihan Loncat Tali
Pemain bulutangkis dianjurkan untuk terampil dan menguasai bentuk latihan loncat tali ini. Pengaruh latihan ini sangat membantu untuk membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan kualitas gerak pergelangan tangan.
Latihan loncat tali dirancang dengan sistem interval antara lain sebagai berikut:

• Sesi I: • Sesi H:
1. 3 X 30 detik 1.5 X 25 detik
2. 5 X 25 detik 2. 7 X 20 detik
3. 7 X 20 detik 3. 5 X 30 detik
4. 3 X 30 detik 4. 3 X 40 detik

Masa istirahat antara kegiatan adalah 15-20 detik. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa istirahat diperpendek. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus berperan memberikan motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan optimal.

b. Latihan Bayangan
Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kecepatan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus.
Untuk meningkatkan kualitas latihan ini, pemain harus menggunakan "jaket pemberat" yang dibuat khusus untuk itu. Sangat balk untuk membina kualitas dan kecepatan gerak pemain.
c. Latihan Loncat Bangku/Gawang
Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 40, 50, 70, 80 cm. Alat ini berfungsi sebagai alat pemberat, rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya. Proses kerja "overload' (beban lebih) dengan menggunakan beban rintangan ini, latihan makin terasa berat bagi pemain.
Dalam pelaksanaan latihan, pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan tujuan latihan dan kebutuhan pemain.

B. Latihan Teknik
Setelah latihan fisik, latihan sepak bola yang harus dilakukan oleh seorang pemain adalah latihan teknik. Latihan ini terbagi dua, yaitu untuk pemain dan kiper.
Untuk kiper, latihan yang bisa dilakukan adalah latihan teknik menangkap bola, melompat dan cara menjatuhkan diri setelah menangkap bola. Selain itu, seorang kiper juga harus dilatih refleksnya dalam menangkap bola.
Untuk pemain lain, latihan teknik bisa dimulai dengan latihan menggiring bola. Latihan berikutnya bisa mengarah pada menendang bola baik itu untuk memberikan umpan ataupun mencetak gol. Pemain bisa dilatih untuk memberikan umpan-umpan pendek dan umpan panjang dengan bola tinggi. Latihan menyundul bola juga menjadi salah satu latihan yang penting.
Selain itu, latihan untuk mengontrol bola juga harus dilakukan. Dengan penguasaan bola yang baik, pemain akan mudah dalam melakukan manuver saat melakukan penyerangan. Latihan merebut bola juga bisa diberikan terutama untuk pemain-pemain bertahan.
1.    Control bola
Ada tiga macam jalan bola, yang masing-masing memerlukan cara tersendiri untuk menahannya. Pertama bola menyusur tanah (ground-ball), kedua bola memantul (bouncing-ball0 dan ketiga adalah bola tinggi.
Tehnik menahan bola menyusur tanah dapat dilakukan dengan :
a. Kaki bagian dalam
b. Telapak kaki (sole of the foot)
Tehnik manahan bola mantul adalah dengan :
a. Kaki bagian dalam
b. Kaki bagian laur
c. Telapak kaki
d. Perut
Sedangkan untuk menahan bola tinggi atau bola diudara (tanpa jatuh ketanah) dapat dilakukan dengan tehnik
a. Dengan kaki bagian dalam
b. Dengan paha
c. Dengan dada
d. Dengan kepala

Selanjutnya perhatikan ilustrasi berikut dan cara pelaksanaannya :
2.1 Menahan bola menyusur tanah
Pelaksanaan :
a. Dengan kaki bagian dalam
§ Mata melihat pada bola
§ Badan condong sedikit kearah bola datang
§ Berat badan diatas kaki tumpu. Lutut bengkok sedikit kearah luar, arah datangnya bola
§ Lutut dan kaki yang akan menahan bola bengkok sedikit dan arah keluar
§ Pada saat kontak dengan bola, kaki penahan diangkat sedikit dari tanah
§ Kaki bagian dalam dari kaki penahan sedikit mengadap ketanah, dan mengurung bola antara kaki dan tanah.
b. Dengan telapak kaki
§ Mata men gawasi bola yang datang
§ Kaki tumpu bengkok sedikit pada lutut
§ Kaki penahan dijulurkan kedepan menyambut bola
§ Berat badan pada kaki tumpuan
§ Tumit penahan diturunkan kebawah, sedang ujung kaki menghadap keatas. Bola dikurung anatar tanah dan telapak kaki, dan lutut bengkok.

2.2 Menahan bola memantul
a. Dengan kaki bagian dalam
Pelaksanaan :
a. Mata mengawasi bola
b. Badan condong sedikit kearah datangnya bola
c. Berat badan kaki tumpu, kaki yang berada pada sebelah datangnya bola
d. Lutut kaki tumpuan bengkok sedikit dan mengarah kedatangannya bola.
e. Kaki penahan (trapping foot) sedikit diangkat dari ntanah, lutu bengkok, kaki bagain dalam menghadap ketanah. Bola ditahan antara kaki bagian dalam dan tanah
f. Kaki penahan digantung dengan lemas (tidak kaku)
g. Tangan direntangkan menjaga keseimbangan.
b. Denga kaki bagian luar
Pelaksanaan :
a. Mata melihat pada bola
b. Berat badan pada kaki tumpu, badan conodng kearah datangnya bola
c. Kaki penahan diangkat dimuka kaki tumpu, dena lutut sedikit bengkok dan bagian luar sepatu menghadap tanah.
c. Dengan telapak kaki
Pelaksanaanya :
a. Caranya sama seperti traipping bola bergulir
b. Bedanya saat kontak dengan bola, lutu lebih bengkok
c. Kaki traiping dan tubuh sedikit lebih diatas bola
d. Dengan perut
Pelaksanaanya :
a. Mata melihat pada bola
b. Tubuh segaris dengan bola yang datang
c. Pada saat kontak bola tubuh membungkuk diatas bola dan tangan direntangkan kesamping
d. Tumit diangkat sedikit dari pada traipping bola bergulir.
2.3 Traiping bola di udara (tanpa jatuh ketanah)
Dapat dilakukan dengan tehnik berikut :
a.       Dengan kaki bagian dalam
Pelaksanaanya :
a. Mata pada bola
b. Berat badan pada kaki tumpuan dengan menjaga keseimbangan tubuh
c. Kaki penahan bola diangkat dengan lutut bengkok. Kaki bagian dalam mengahadap bola yang datang
d. Bola dijembput dan bertemu dimuka lutut tumpu dan tarik kebelakang
b.      Dengan paha
Pelaksanaanya :
a. Mata pada bola
b. Semua pelaksanaan sama seperti traipping dengan kaki bagian dalam, dan hanya bagian yang kontak dengan bola dalam hal ini adalah bagian paha sebelah dalam.


c.       Dengan dada
Pelaksanaanya :
a. Mata pada bola
b. Badan condong sedikit kebelakang, mulai dari lutut dan menghadap kearah bola datang
c. Kedua kaki ditanah dengan posisi muka-belakang
d. Tangan direntang kesamping
e. Saat kontak dengan bola tubuh ditarik sedikit kebelakang unutk menghentikan kecepatan bola pada saat kontak iniberat badan pada kaki belakang
d.      Dengan kepala
Pelaksanaanya :
a. Mata mengawas boa yang datang
b. Badan sedikit condong kebelakang
c. Posisi kaki muka-belakang
d. Lutut bengkok (sedikit)
e. Tangan menjaga kesimbangan
f. Waktu berkenaan dengan bola, kepala dan badan ditarik kebelakang untk menatulkan gerak bola.
e.       Dengan punggung kaki
Pelaksanaanya :
a. Mata melihat bola yang datang
b. Kaki penahan diangkat dengan bengkok pada lutut
c. Kaki tumpuan bengkok pada lutut
d. Punggung kaki (instep) menampung bola yang datang
e. Pada saat kontak dengan bvola, kaki penahan ditarik ke bawah, mengikuti arah bola.

2.    Menendang Bola
Ada enam teknik cara menendang bola. Beberapa dari teknik tersebut sering kita lakukan, namun beberapa yang lain dibutuhkan teknik latihan tersendiri. Ketujuh teknik tersebut :
- Menendang dengan sisi dalam kaki
- Menendang dengan sisi luar kaki
- Menendang dengan punggung kaki (kura-kura)
- Menendang dengan punggung bagian dalam kaki
- Menendang dengan tumit
- Menendang dengan ujung jari kaki/sepatu
- Mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu
a. Menendang dengan sisi dalam kaki (Inside of the foot)
Teknik menendang ini digunakan dengan kaki bagian dalam digunakan untuk mengoper jarak pendek (short passing). Teknik menendang ini adalah yang paling sering dilakukan dengan cukup akurat untuk memberikan umpan, tendangan jarak dekat dan biasa dilakukan untuk melakukan tendangan penalti.
Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan menghadap sasaran di belakang bola
- Kaki tumpuan berada di samping bola, lutut sedikit ditekuk
- Kaki untuk menendang ditarik kebelakang dan ayunkan ke depan sehingga mengenai bola.
- Tempatkan kaki tepat di area tengah bola.
- Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola
b. Menendang dengan sisi luar kaki
Teknik menendang dengan menggunakan sisi kaki bagian luar biasanya dilakukan untuk memberikan umpan menyilang ke rekan yang berada di daerah berlawan dengan kita atau untuk memberikan umpan-umpan terobosan menipu lawan.
Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada di samping bola ke arah bola akan diumpan
- Kaki tumpuan berada dibelakang atau sejajar dengan bola
- Kaki untuk menendang ditarik ke belakang dan ayunkan ke samping sehingga mengenai bola
- Tempatkan kaki tepat di sisi kanan/kiri bola
- Setelah menendang kaki tetap mengayun ke samping mengikuti arah bola
c. Menendang dengan punggung kaki (kura-kura)
Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang (shooting at the goal). Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada di belakang bola sedikit condong ke depan.
- Kaki tumpuan diletakkan di samping bola dan ujung kaki menghadap sasaran dan lutut sedikit ditekuk.
- Kaki untuk menendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap sasaran, kemudian ayunkan kedepan
- Tempatkan punggung kaki tepat di tengah-tengah bola.
- Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola.
d. Menendang dengan punggung bagian dalam kaki
Pada umumnya menendang dengan bagian dalam kaki digunakan untuk mengoper jarak jauh (long passing). Namun di permainan futsal teknik menendang dengan cara ini jarang dipergunakan. Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada dibelakang bola sedikit serong.
- Kaki tumpuan diletakkan di samping bola
- Kaki untuk menendang ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan
- Tempatkan punggung bagian dalam kaki pada tengah bawah bola, pada saat kaki mengenai bola, pergelangan kaki ditengangkan
- Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola.



e. Menendang dengan tumit
Teknik menendang dengan tumit biasanya digunakan pada saat kondisi terjepit untuk menghindari hadangan lawan atau dalam posisi membelakangi gawang. Bola yang dialirkan tidak terlalu kencang dan pastikan teman anda berada di belakang posisi anda.
Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada di depan bola
- Kaki tumpuan berada di samping bola
- Tempatkan tumit kaki di depan bola
- Ayunkan kaki kedepan dan tarik kebelakang
- Tempatkan tumit di tengah-tengah bola
- Setelah menendang kaki mengayun ke belakang sedikit mengikuti arah bola

f. Menendang dengan ujung jari kaki/sepatu
Teknik menendang dengan ujung jari kaki/sepatu biasa disebut futsalovers dengan istilah ”concong” yaitu menggunakan moncong atau ujung sepatu. Jarang digunakan, biasanya dilakukan dalam kondisi berhadap-hadapan satu-satu dengan penjaga gawang. Atau juga pada saat kondisi terjepit dalam tekanan lawan. Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada di belakang bola
- Kaki tumpuan berada di belakang bola
- Tempatkan ujung jari kaki/sepatu tepat di tengah-tengah bola
- Tendang dengan mendorong bola dengan ujung jari kaki/sepatu
- Setelah menendang kaki sedikit ditarik kembali kebelakang

g. Mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Teknik menendang dengan mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu diperlukan keahlian dan latihan terus-menerus, karena biasanya dilakukan pada saat kondisi terjepit dan tidak memungkinkan melakukan tendangan atau umpan mendatar. Bola akan diangkat melewati lawan ke sisi pojok lapangan di daerah lawan baik menyilang atau sejajar. Dilakukan dengan cara :
- Posisi badan berada di belakang bola
- Kaki tumpuan berada disamping bola dan lutut sedikit di tekuk
- Tempatkan ujung jari kaki/sepatu untuk menendang tepat dibawah bola
- Angkat bola dan ayunkan kaki kedepan
- Setelah bola diangkat kaki mengayun mengikuti arah bola
3. Menggiring, Melindungi, dan Membelokkan Bola
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.
Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
Pelaksanaan
§ Mata melihat pada bola
§ Kepala dan badan diatas bola
§ Bola disentuh kedepan dalam agris lurus, dengan kaki bagian luar.
§ Langkah dalam lari tidak boleh terhalang
§ Jarak bola tetap dalam penguasaan pemain
§ Posisi badan berada antara bola danlawan

2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
Pelaksanaan
§ Mata melihat pada bola
§ Kepala dan badan diatas bola
§ Bola dorong dengan bagian dalam kaki dan tetap dalam jarak penguasaan
§ Bola didorong kedepan dalam garis lurus
§ Posisi badan berada antara bola dan lawan

3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
Pelaksanaan
§ Mata melihat kebola
§ Kepala dan badan diatas bola
§ Bola disentuh kedepan dengan penggung kaki
§ Ujung kaki yang menyentuh bola menghadap ketanah
§ Ujung kaki yang menyentuh bola menghadap tanah
§ Langkah-langkah dalam lari pendek-pendek
§ Jarak bola tetap dalam penguasaan pemain
§ Bandan berada antara bola dan lawan.
Melindungi Bola
            Merupakan cara untuk menjaga bola ketika kamu berada daam tekanan. Pemain melindungi bola dengan menempatkan tubuhnya diantara bola dan lawan. Dia harus menjaga bola dalam kontrolannya dan terus bergerak.
Membelokkan dan Mengecoh lawan
1.      Tipuan dengan ayunan badan
Pemain dengan ayunan badan seakan bergerak kearah kanan namun pada saat terkhir dengan cepat merobah kearah berlawanan.


2.      Gerak tipu dengan berhenti tiba-tiba
Permainan berlari dengan membawa bola, dengan tiba-tiba berhenti, bola ditahan dibawa telapak kaki sebelah ujung dan kemudian dengan tiba-tiba menalanjutkan larinya sambil menggirng bola dengan punggung kaki sebelah luar dari kaki yang sama

4.    Menyundul Bola
Menyundul bola dapat dilakukan dengan sikap berdiri dengan kaki tetap diatas tanah atau sambil melompat keudara, berikut prinsip yang perlu diperhatikan :
a. Mata mengawasi bola yang datang
b. Badan condong sedikit ke balakang pada pinggang
c. Kedua tangan direntangkan ke samping
d. Pada saat kontak, kening mengenai bagian tengah bola
e. Bola disunsul dengan lecutan yang tenaganya datang dari pinggang dan leher
f. Arah bola datang dapat diatur dengan gerakan leher
Untuk melakukan sundulan dengan lompatan, perlu diperhatikan dua hal, yaitu :
a. Lompatan harus vertikal “mendapatkan ketinggian maksimal”
b. Mendarat secepat mungkin ddilakukan dengan satu kaki, dengan maksud agar dapat segera melakukan gerakan selanjutnya.
5.    Merebut Bola
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merampas bola dari kaki lawan, yaitu :
a. Dengan cara biasa (tanpa menjatuhkan diri)
Pelaksanaan :
a. Mata melihat pada bola
b. Kaki tumpu kokoh berpijak pda tanah, lutut sedikit bengkok
c. Berat badan ada pada kaki tumpu
d. Blocking dapat dengan dorongan bahu.
b. Denagn meluncur (sliding tackle)

Palaksanaan :
a. Sliding dilakukan dengasn isi luar kaki
b. Kaki satunya berada di posisi di samping tubuh

6.    Lemparan ke dalam
Lemparkan bola kedalam atau throw-in sesuai dengan peraturan psal 154 dari peraturan permainan sepak bola, adalah cara memulai kembali permainan setelah kembali permainan setelah bola emninggalkan lapangan permainan melalui garis tepi lapangan (touch-line). Pelaksanaan lemparan bola ke dalam terseb8ut adalah sebagai berikut :
a. Bola dipegang dengan seluruh jari-jari dan telapak tangan pada kedua sisi bola atau kebelakang bola (Gbr.7b)
b. Lemparan dilakukan dari sisi garis luar tepi lapangan permainan
c. Saat melempar, kedua kaki harus tetap berpijak di tanah
d. Bola harus dilemparkan kearah lapangan permainan dengan kedua tangan, melalui atas belakang kepala (Gbr.7a)
C. Latihan Kerjasama
Sepak bola merupakan olah raga tim. Dengan demikian, untuk memenangkan pertandingan kerja sama tim adalah yang paling utama. Dengan kerjasama yang solid dari tim baik itu saat bertahan maupun menyerang, sebuah tim akan menjadi pemenang.
Latihan kerjasama bisa dilakukan dengan mengadakan pertandingan kecil. Di sini, pemain bisa saling berinteraksi dan memperlihatkan kemampuannya.
Setiap pemain harus memahami berbagai teknik dan strategi yang dipaparkan pelatih dan menerapkannya di dalam lapangan. Kerjasama akan terbentuk jika setiap pemain bisa menempatkan diri dengan baik sesuai dengan porsi dan peranannya masing-masing.
Selain ketiga latihan inti tersebut, masih banyak latihan sepak bola lainnya yang bisa dilakukan. Penguasaan teknik dan strategi adalah yang terpenting bagi setiap pemain. Dengan latihan yang tepat dan berkala, kemampuan pemain dan tim akan dapat meningkat dengan cepat.
D. Lain-lain
            Antara Passing, Dribbling, dan Running
Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga, 3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3.boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda. Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
Kunci Membangun Tim yang Kuat
Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang. Kunci kedua: tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim. Kunci ketiga: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak. Kunci keempat, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih. Kelima, Anda harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.

Bekal Bermain Bola
Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa bermain sepakbola dengan baik? Pertama-tama adalah keunggulan fisik, yang meliputi: ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan kecepatan (speed). Ketahanan berarti kita kuat bermain selama waktu yang cukup panjang tanpa tersengal-sengal alias kehabisan nafas (ketahanan aerobik) ataupun ngilu-ngilu (ketahanan otot). Kekuatan berarti otot-otot tubuh kita cukup kuat untuk menendang dengan keras, melempar bola cukup jauh, melakukan body charge dengan kuat, dan sebagainya. Adapun kecepatan bermakna kita bisa berlari dengan cepat (sprint) baik ketika membawa bola ataupun ketika tidak membawa bola. Bekal kedua adalah ketrampilan (skill). Yang disebut dengan skill disini terutama adalah fundamen (teknik-teknik dasar) sepakbola, yang meliputi mengumpan dan menerima (passing and receiving), menembak (shooting), mengontrol bola dengan berbagai anggota badan, melindungi bola, dan menggiring (dribbling). Ketiga, kita membutuhkan kerjasama (teamwork). Sebuah tim akan bermain dengan baik jika semua pemain saling bekerjasama dengan jalinan komunikasi yang baik. Tidak ada yang egois. Semuanya bermain untuk tim. Keempat, taktik dan strategi yang baik. Jika dua tim sama-sama memiliki materi pemain yang kuat fisiknya, terampil mengolah bola, dan bisa bekerjasama, maka faktor strategi dan taktik akan menentukan tim mana yang akan menang. Tim yang bermain dengan strategi dan taktik yang lebih cerdas pastilah yang akan menang. Dan selain keempat hal itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah mental yang positif. Semua pemain harus memiliki kepercayaan diri, optimisme dan semangat.
Menekan dan Ditekan
Jangan biarkan tim lawan menguasai bola. Jika tim lawan memegang bola, lakukan pressing sesegera dan seketat mungkin. Begitu seorang pemain lawan diberi umpan, segera hampiri dan press! Tapi ingat, yang lainnya harus menutup kemungkinan pemain yang dipress tadi untuk melakukan passing kepada temannya. Jika yang lain tidak menutup, ya sama aja bohong. Kasihan dong teman kita yang melakukan pressing. Dia bakal sia-sia.
Bagaimana jika Anda di-press ? 1.Berikan segera bolanya kepada teman Anda yang posisinya lebih bagus (yang tidak sedang di-press). 2.Giringlah bola terlebih dahulu ke ruang kosong yang ada untuk lepas dari press. Ambil visi, pikirkan secepat mungkin yang mesti Anda perbuat, dan segera lakukan. 3.Jika Anda hanya di-press 1 orang lawan dan Anda yakin bisa mengalahkannya, kalahkan dia. Tapi jika Anda tidak yakin, jangan memaksakan diri. Cari aman! Ingat juga: hindari berduel dengan cara ’gaprakan’. Itu gambling besar. Kalahkan dia dengan manuver yang cantik dan cerdas. [Catatan penting: Untuk tahap awal, lebih baik jika Anda melakukan langkah 1 & 2 diatas]
Semua Menyebar
Ketika bermain sepakbola, sadarilah bahwa Anda sedang bermain di lapangan sepakbola, bukan lapangan futsal. Manfaatkan luas lapangan. Ketika tim Anda memegang bola, berpencarlah diatas luas lapangan! Mengapa? Untuk mengurangi pressing tim lawan terhadap tim Anda. Tim Anda akan lebih leluasa untuk melakukan umpan-umpan dan mengontrol bola, juga punya waktu yang cukup untuk mengambil visi terhadap lapangan dan berpikir apa yang akan diperbuat terhadap bola.
Jangan bikin ruwet permainan akibat semua pemain ’ngruwel’ di sekitar bola. Jangan main sepakbola seperti anak-anak! Tahu bagaimana itu? Dimana ada bola disitu semua bergerombol. Kemana bola berhembus kesitu semua berebutan. Tahu nggak, sangat tidak enak untuk ditonton.
Kalau ada 1 pemain lawan membawa bola, paling banyak 2 orang saja yang berusaha melakukan pressing terhadapnya. Yang lainnya bergerak untuk menutup kemungkinan pemain lawan tersebut melakukan passing kepada teman-temannya. Ingat: TUTUP!
Berlari Tanpa Bola
Dalam sepakbola, Anda tidak hanya bergerak dan berlari ketika membawa bola. Para pemain harus terus bergerak meski tidak sedang membawa bola. Inilah salah satu hal yang membedakan sepakbola anak-anak dengan sepakbola orang dewasa. Ini pula yang membedakan sepakbola orang dewasa yang ngerti sepakbola dengan orang dewasa yang seperti anak-anak. Namun perlu diingat, bergerak disini tidaklah asal bergerak atau asal berlari. Semuanya harus dilakukan dalam bingkai strategi dan taktik.
Berlari tanpa bola (run) ada dua macam : 1.run untuk menciptakan ruang bagi yang lain. Lakukan run ini secara ‘berisik’ (kentara) dan melewati depan lawan untuk menarik perhatiannya agar mengikuti Anda. 2.run untuk siap diberi umpan. Lakukan run ini secara ‘sunyi’ (tidak kentara) agar tidak menarik perhatian lawan. Secara umum, jangan terlalu dini melakukan run ini agar lawan tidak sempat untuk mengantisipasinya.
Pelanggaran dan Tendangan Bebas
Ada dua macam tendangan bebas : tendangan bebas langsung (direct free kick) dan tendangan bebas tidak langsung (indirect free kick). Tendangan bebas langsung adalah tendangan bebas yang bisa langsung menjadi gol meskipun belum menyentuh pemain yang lain. Sedangkan tendangan bebas tidak langsung hanya bisa menjadi gol jika terlebih dulu menyentuh pemain lain (termasuk kiper). Jika tendangan bebas langsung dilesakkan kedalam gawang lawan sebelum menyentuh pemain yang lain maka tim lawan mendapatkan tendangan gawang. Untuk menunjukkan bahwa tendangan bebas adalah tidak langsung, wasit harus mengangkat salah satu tangannya sampai bola ditendang.
Tendangan bebas langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini : 1.menendang atau berusaha menendang lawan, 2.mengganjal atau berusaha mengganjal lawan, 3.menabrak lawan, 4.memukul atau berusaha memukul lawan, 5.mendorong lawan, 6.melompat kepada lawan, 7.menarik anggota tubuh atau pakaian lawan, 8.membuat kontak dengan lawan sebelum menyentuh bola saat melakukan tackling, 9.meludahi lawan, 10.hand-ball. Perlu diketahui, wasit bisa memutuskan tendangan penalti jika pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan didalam kotak penalti.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :Pertama, yang berlaku untuk semua pemain : 1.cara bermain yang berbahaya – yakni membahayakan diri sendiri ataupun lawan - (seperti : menendang terlalu tinggi didekat lawan, menyundul bola yang terlalu rendah yang akan ditendang oleh lawan, dsb), 2.menghalangi pergerakan lawan dengan badan, sementara ia jauh dari bola (lebih dari 3 feet), 3.menghalangi kiper mengambil bola, 4.ketika kartu kuning atau kartu merah diberikan, sementara wasit tidak memberikan tendangan bebas langsung.
Kedua, yang hanya berlaku untuk kiper : 1.memegang bola lebih dari enam detik, 2.memegang bola yang diumpan balik dengan kaki oleh teman sendiri (namun jika bola tersebut diumpan balik oleh teman tidak dengan kaki, boleh dipegang oleh kiper), 3.memegang bola yang dilempar kedalam oleh teman sendiri, 4.secara sengaja mengambil kembali bola yang telah dilepas.
Tentang hand-ball, perlu diketahui bahwa bukanlah hand ball jika seorang pemain menyentuh bola karena : 1.secara refleks berusaha melindungi dirinya dari cedera, atau 2.bukan dia yang menyentuh bola tetapi bola yang mengarah kepada dirinya sementara lengannya dalam keadaan pasif.
Tips Singkat Tendangan Pojok
Tendangan pojok (corner kick, kadang juga disebut sepak pojok) merupakan salah satu jenis set piece (bola mati) dalam permainan sepakbola. Bisa dibilang tiga puluh persen gol tercipta dari tendangan pojok. Jika demikian, kita harus menaruh perhatian yang besar terhadap tendangan pojok, baik sebagai tim yang mendapatkan tendangan pojok ataupun sebagai tim yang bertahan dari tendangan pojok.
1.Tendangan pojok biasanya diterima dengan sundulan keras ke gawang lawan (attacking header). Bertahan dari tendangan pojok biasanya juga dilakukan dengan sundulan jauh ke arah depan samping menjauhi gawang (defensive header).
2.Tendangan pojok biasa dilakukan dengan bola lambung ke depan gawang. Jangan terlalu tinggi karena kiper pasti akan memenangkan bola karena ia boleh menggunakan tangannya.
3.Kadangkala, tendangan pojok bisa diarahkan ke tiang jauh gawang jika ada teman satu tim yang bersiaga disana.
4.Hendaknya ada satu atau dua orang teman yang berdiri bebas untuk mengantisipasi bola mental.
5.Bertahan dari tendangan pojok biasanya dilakukan dengan mengawal lawan satu persatu (man-to-man marking).
6.Bagi tim bertahan, hendaknya ada satu atau dua orang yang berdiri membantu kiper menjaga gawang.
7.Menghadapi tendangan pojok, kiper biasanya berdiri di bagian belakang gawang karena berlari kearah depan lebih mudah daripada berlari ke belakang.
8.Tendangan pojok juga bisa dilakukan dengan umpan pendek kepada teman satu tim, lalu biasanya dilanjutkan dengan umpan lambung langsung ke depan gawang.

4 komentar:

  1. Kenalkn saya m.yanas pmbinna ssb CMS fs tanah bumbu kalsel

    BalasHapus
  2. Ssb saya berdiri sejk 2005 pak,...adakh info terbaru ttg ssb pelangi ini pa

    BalasHapus
  3. AAlam ssb CMS fs binaan saya pa ,saring sungai bubu kec.kusam hilir kab tanah bumbu provinsi kalsel hp 0821 52617279 no wa 082152617279 web. annasogie@gmail.com...

    BalasHapus